facebook twitter rss feed Kabar24

PIALA AFC U-19, Indra Sjafri: Inilah Puncak Pertempuran, Indonesia Vs Korea Selatan

Basilius Triharyanto Sabtu, 12/10/2013 08:26 WIB
Antara/Ismar Patrizki
Skuat Timnas Indonesia U-19 siap tempur lawan Korea Selatan di kualifikasi Piala AFC U-19, 12 Oktober malam

Kabar24.com, JAKARTA – Inilah puncak pertempuran Indonesia Vs Korea Selatan di kualifikasi Piala AFC U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu 12 Oktober 2013, pukul 19.30 WIB disiarkan RCTI. Korea Selatan atau Indonesia yang merebut tiket final otomatis ke Myanmar pada 2014.

Pelatih Indra Sjafri, kepada Kabar24.com dan sejumlah wartawan usai menggelar latihan Jumat sore di Lapangan ABC PSSI Senayan, menyatakan Indonesia U-19 akan bermain all out karena pertandingan Indonesia lawan Korea Selatan adalah puncak pertandingan.

Indra Sjafri akan mengerahkan skuat Evan Dimas, Muhclis, Angga, Maldini, Armaiyn, Hargianto dkk dengan kekuatan penuh sejak pertama. “Semua pemain siap dalam performa, kecuali Dinan yang cedera karena menabrak tiang gawang saat melawan Filipina,” kata Indra Sjafri.

Puncak pertempuran, tak terlalu merisaukan kekalahan. Setangguh apa pun, lawan harus dihadapi dengan daya tempur dan skuat yang penuh. “Bagi kita besok kalah-menang sama saja, jadi kita bermain menyerang sejak pertama,” kata Indra Sjafri.

Korea Selatan adalah tim tangguh, baik skill maupun organisasi permainan. Tim sepak bola dari negeri ginseng itu sudah cukup lama bermain sehingga organisasi permainan menjadi rapi dan kuat.

Dalam sejarah Piala AFC U-19, Korea Selatan sudah mengambil trofi juara selama 12 kali, sejak kompetisi AFC U-19 digelar pada tahun 1959. Namun, tim yang diasuh oleh Kim Sang Ho bukan berarti tim yang sempurna, tanpa cela dan kelemahan.

Indra Sjafri punya analisa permainan Korea Selatan, paling tidak saat bertandingan melawan Filipina di laga perdana dengan hasil 4-0, dan melawan Laos dengan hasil 5-1.

“Korea Selatan strong di bola-bola atas, bermain di pinggir,” kata Indra Sjafri. Kekuatan skuat asuhan Kim Sang Ho ini didukung oleh postur pemain yang tinggi dan fisik yang kuat.

“Dia (Korea Selatan) lemah di midfield. Kita harus menang di lapangan tengah,” kata Indra Sjafri.

Salah satu pelajaran penting adalah saat Indonesia versus Vietnam di final Piala AFF U-19 di Jawa Timur September 2013 lalu. Vietnam bisa menjadi perbandingan untuk menilai Korea Selatan.

Vietnam, salah satu tim kuat dan lama di sepak bola U-19. Vietnam memiliki organisasi permainan yang hampir menyerupai Korea Selatan. Kekuatan dan kecepatan individu pemain lebih baik dari Vietnam.

Satu poin Indonesia U-19 adalah kecepatan pemain Indonesia U-19 di atas Korea Selatan. “Kecepatan individu pemain kita lebih baik dari Korea Selatan,” kata Indra Sjafri.

Pelatih Korea Selatan Kim Sang Ho, dalam wawancara dengan Kabar24.com dan beberapa media, pada Jumat siang, 11 Oktober 2013, menyatakan keunggulan Indonesia U-19 di antaranya kecepatan pemain-pemainnya. “Indonesia punya pemain yang cepat, namun kita juga punya pemain seperti yang dimiliki Indonesia,” kata Kim Sang Ho.

“Besok kita nggak pakai counter attack. Dari pertama kita serang dia,” kata Indra Sjafri, yang bertekad skuatnya akan mencuri poin atau mencetak gol di babak pertama.

Formasi permainan Indonesia U-19, kata Indra Sjafri, akan menerapkan dua formasi. Satu formasi adalah 4-3-3 untuk penyerangan dan formasi 4-5-1 untuk pertahanan.

Pada 12 Oktober 2013 malam nanti, benar-benar partai puncak di Grup G kualifikasi Piala AFC U-19. Indonesia menang atas Korea Selatan berarti meraih tiket final ke Piala AFC U-19 di Myanmar pada 2014.

Bila Indonesia kalah, itu akan menjadi runner up Grup G, yang bakal lolos ke final setelah seleksi dari runner up di masing-masing Grup. Dari runner up 9 grup kualifikasi Piala AFC U-19 2014, dipilih 6 tim sepak bola untuk tiket final ke Myanmar. (Kabar24.com)

Editor: Basilius Triharyanto

Mau dapat Mobil Daihatsu Ayla? Ikuti Bisnis Indonesia Writing Contest 2014. Klik caranya disini.

KOMENTAR