facebook twitter rss feed Kabar24

PIALA AFC U-19: Evan Dimas Dkk. Bukan Sekadar Juara, Tapi Momentum Kebangkitan

M. Syahran W. Lubis Sabtu, 12/10/2013 22:48 WIB
Antara
Evan Dimas, hattricknya membawa Indonesia menaklukkan Korsel

Kabar24.com, JAKARTA - Kemenangan Evan Dimas Darmono dkk. dengan skor 3-2 pada pertandingan pamungkas Indonesia versus Korea Selatan di babak kualifikasi Piala Asian Football Confederation (AFC) U-19 bukan sekadar bermakna meloloskan timnas U-19 ke putaran final Piala AFC 2014 di Myanmar, tetapi lebih dari itu memberi kabar kebangkitan sepak bola kita.

Mari jejaki lagi ingatan kita ketika timnas U-19 menjadi juara di Piala Asean Football Federation (AFF) U-19 pada September 2013. Kita kalah dari Vietnam di fase grup, namun pada partai final bisa membalikkan keadaan sekaligus mencapai gelar juara dengan mengalahkan lawan yang sama.

Bangkit dari kekalahan dan membaliknya menjadi sebuah kemenangan bukan perkara mudah. Apa lagi yang dihadapi ialah Vietnam, yang telah berlatih bersama selama 5 tahun. Itu menunjukkan bahwa kualitas mental anak-anak muda skuat timnas U-19 ini luar biasa.

Apa lagi ketika ternyata Vietnam juga tampil luar biasa di babak kualifikasi Piala AFC U-19. Bergabung bersama Australia, Taiwan, dan Hong Kong, ternyata Vietnam sanggup mengalahkan ketiga lawannya sekaligus menjadi juara Grup F.

Yang luar biasa, bertanding di tempat netral yakni Stadion Kuala Lumpur FA, Malaysia, Vietnam  menghancurkan Australia dengan skor telak 5-1. Padahal dalam dua pertandingan sebelumnya Australia melumat Hong Kong dengan skor 7-0 dan Taiwan 3-0.

Maknanya, meskipun memang sepak bola tidak bisa persis diperbandingkan dengan hitungan ala matematika, kemampuan anak-anak Garuda Muda mengalahkan Vietnam sudah bisa dikategorikan ada di level atas di takaran Asia.

Itu pula yang telah dibuktikan oleh Evan Dimas Darmono dkk. dengan mengalahkan Korsel 3-2 pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala AFC U-19 Grup G. Bukan sekadar jadi juara grup, kemenangan itu mengingatkan kita bahwa Indonesia sanggup menempatkan diri di level tertinggi sepak bola Asia.

Tinggal ke depan bagaimana mempertahankan skuat yang berani beradu fisik dengan lawan (pertanda mental yang kuat), punya skill bagus, dan daya tahan yang prima ini agar mereka tetap berada di jalur yang benar sebagai cikal bakal timnas yang kuat.

Mereka harus berada dalam kesatuan yang utuh, meskipun bukan berarti menutup pintu bagi masuknya pemain lain dengan kualifikasi sebagus mereka.

Di Asia Tenggara, Malaysia dan Vietnam telah membuktikan kebangkitan sepak bola mereka melalui pembinaan yang berkesinambungan, bukan menerapkan sistem yang berganti-ganti. Dengan demikian akan terbangun tim yang solid dengan kebersamaan yang kuat. (Kabar24.com)

Editor: M. Syahran W. Lubis

Mau dapat Mobil Daihatsu Ayla? Ikuti Bisnis Indonesia Writing Contest 2014. Klik caranya disini.

KOMENTAR